Sabtu, 23 Februari 2013

PENGUKURAN SUHU TUBUH



PENGERTIAN SUHU
Suhu adalah pernyataan tentang perbandingan (derajat) panas suatu zat. Dapat pula dikatakan sebagai ukuran panas / dinginnya suatu benda. Sedangkan dalam bidang thermodinamika suhu adalah suatu ukuran kecenderungan bentuk atau sistem untuk melepaskan tenaga secara spontan.

SUHU TUBUH INTI DAN SUHU TUBUH PERMUKAAN
1.    Suhu inti:
(core temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C).
Tempat pengukuran suhu inti yang paling efektif : rectum, membrane timpani, esophagus, arteri pulmonel, kandung kemih, rektal.
2.    Suhu permukaan:
(surface temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan subkutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C.
Tempat pengukuran suhu permukaan yang paling efektif : kulit, aksila oral.
SUHU TUBUH NORMAL SESUAI TINGKATAN UMUR

Umur
Suhu (derajat celcius)
3 bulan
1 tahun
3 tahun
5 tahun
7 tahun
9 tahun
13 tahun
37,5
37,7
37,2
37,0
36,8
36,7
36,6

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGUKURAN SUHU TUBUH PADA MEMBRAN TIMPANI, REKTAL, ORAL, dan AKSILA

1. Membran Timpani
    
   Keuntungan:
·   Tempat mudah dicapai.
·   Perubahan posisi yang dibutuhkan minimal.
·   Memberi pembacaan inti yang akurat.
·   Waktu pengukuran sangat cepat (2-5 detik).
·   Dapat dilakukan tanpa membangunkan atau mengganggu klien.
   kerugian:
·   Alat bantu dengar harus dikeluarkan sebelum pengukuran.
·   Tidak boleh dilakukan pada klien yang mengalami bedah telinga atau membran timpani.
·   Membutuhkan pembungkus probe sekali pakai.
·   Impaksi serumen dan otitis media dapat mengganggu pengukuran suhu.
·   Keakuratan pengukuran pada bayi baru lahir dan anak-anak dibawah 3 tahun masih diragukan.
   Pengukuran suhu membrane tympani:

    Penempatan termometer adalah pada lubang terlinga, masukan ujung prove thermometer secara perlahan lahan kedalam saluran telinga yang mengarah ketitik tengah.Teknik yang benar adalah tergantung pada bagaimana perangkat digunakan. 
    Probe termometer pada beberapa model harus  dimasukkan hanya cukup  sampai mencapai segel 
 cahaya, sedangkan model lainnya memerlukan segel penuh dan  putaran dari termometer. Oleh karena itu penting bahwa perawat dilatih dalam penggunaan yang benar dari thermometer timpani di area klinis.
     2. Rektal

   keuntungan:
·   Terbukti lebih dapat diandalkan bila suhu oral tidak dapat diperoleh
·   Menunjukkan suhu inti
   kerugian:
·   Tidak boleh dilakukan pada klien yang mengalami bedah rektal, kelainan rektal, nyeri pada area rektal, atau cenderung perdarahan.
·   Memerlukan perubahan posisi dan dapat merupakan sumber rasa malu dan ansietas klien.
·   Risiko terpajan cairan tubuh
·   Memerlukan lubrikasi
·   Dikontradiksikan pada bayi baru lahir
   Pengukuran suhu tubuh rektal:
Letakan ujung termometer yang telah diberi pelumas, instruksikan klien untuk mengambil napas dalamselama memaseukan termeter, jangan paksakan termometer jika dirasakan ada tahanan.  masukan 1/2 inchi (3,5 cm) pada orang dewasa dan 2,5 cm pada anak - anak.

3. Oral
    keuntungan:
·   Mudah dijangkau dan tidak membutuhkan perubahan posisi
·   Nyaman bagi klien
·   Memberi pembacaan suhu permukaan yang akurat
    kerugian:
·         Tidak boleh dilakukan pada klien yang bernapas lewat mulut
·         Tidak boleh dilakukan pada klien yang mengalami bedah oral, trauma oral, riwayat epilepsi, atau gemetar akibat kedinginan
·         Tidak boleh dilakukan pada bayi, anak kecil, anak yang sedang menangis atau klien konfusi, tidak sadar atau tidak kooperatif
·         Risiko terpapar cairan tubuh
   Pengukuran suhu tubuh oral:
    
Probe harus tetap pada sublingual untuk periode  waktu tertentu  untuk  memastikan pengukuran oral akurat. Periode ini umumnya beberapa detik untuk  thermometer elektronik kontak dalam model prediktif, tetapi pada model monitor pengukuran yang sama mungkin memakan waktu tiga menitatau lebih. Satu menit diperlukan untuk termometer kimia. Waktu pengukuran yang diperlukan ditentukan oleh waktu  yang dibutuhkan untuk suhu probe untuk menyeimbangkan dengan yang area kontak.

3. Aksilla
  keuntungan:
·    Aman dan non-invasif
·    Cara yang lebih disukai pada bayi baru lahir dank lien yang tidak kooperatif.
   kerugian:
·   Waktu pengukuran lama
·   Memerlukan bantuan perawat untuk mempertahankan posisi klien
   pengukuran suhu tubuh aksilla:
   Penempatan yang benar dalam pengukuran suhu aksila dan kontak kulit secalah langsung adalah penting.Termometer ditempatkan  dibawah lengan dengan  bagian ujungnya berada di tengah aksila dan jaga  agar menempel pada kulit, bukan pada pakaian, pegang lengan anak dengan lembut agar tetap tertutup. Termometer elektronik kontak membutuhkan waktu 5menit untu mengukur suhu yang akurat.  
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUHU TUBUH
1.  Kecepatan metabolisme basal
Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda- beda. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang  diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme.
2.    Rangsangan saraf simpatis
Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hampir seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi ephineprin dan norephineprin yang meningkatkan metabolisme.
3.    Hormone pertumbuhan
Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat.
4.    Hormone tiroid
Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hampir semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal.
5.    Hormon kelamin
Hormon kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih berfariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3-0,6°C di atas suhu basal.
6.    Demam ( peradangan )
Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
7.    Status gizi
Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20-30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.
8.    Aktifitas
 Aktifitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3-40,0 °C.
9.    Gangguan organ
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saat terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
10.    Lingkungan
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.
PROSES PENGEUARAN PANAS
1.         Radiasi
1.    Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang panas inframerah. Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki panjang gelombang 5 –20 mikrometer. Tubuh manusia memancarkan gelombang panas ke segala penjuru tubuh. Radiasi merupakan mekanisme kehilangan panas paling besar pada kulit (60%) atau 15% seluruh mekanisme kehilangan panas.
Panas adalah energi kinetic pada gerakan molekul. Sebagian besar energi pada gerakan ini dapat di pindahkan ke udara bila suhu udara lebih dingin dari kulit. Sekali suhu udara bersentuhan dengan kulit, suhu udara menjadi sama dan tidak terjadi lagi pertukaran panas, yang terjadi hanya proses pergerakan udara sehingga udara baru yang suhunya lebih dingin dari suhu tubuh.
2.    Konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan benda-benda yang ada di sekitar tubuh. Biasanya proses kehilangan panas dengan mekanisme konduksi sangat kecil. Sentuhan dengan benda umumnya memberi dampak kehilangan suhu yang kecil karena dua mekanisme, yaitu kecenderungan tubuh untuk terpapar langsung dengan benda relative jauh lebih kecil dari pada paparan dengan udara, dan sifat isolator benda menyebabkan proses perpindahan panas tidak dapat terjadi secara efektif terus menerus.
3.    Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas karena gerakan udara. Panas dikonduksi pertama kali pada molekul udara secara langsung dalam kontak dengan kulit. Arus udara membawa udara hangat pada saat kecepatan arus udara meningkat, dan kehilangan panas konventif meningkat.
4.    Evaporasi
Evaporasi ( penguapan air dari kulit ) dapat memfasilitasi perpindahan panas tubuh. Setiap satu gram air yang mengalami evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas tubuh sebesar 0,58 kilokalori. Pada kondisi individu tidak berkeringat, mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 – 600 ml/hari.
Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan kecepatan 12 – 16 kalori per jam.   
Evaporasi ini tidak dapat dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air secara terus menerus melalui kulit dan system pernafasan.
HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT PENGUKURAN SUHU TUBUH
·       Termometer harus dalam keadaan nol suhunya
·       Penggunaan termometer untuk tiap tempat pengukuran harus pisah
·       Cara menurunkan suhu harus dilakukan hati-hati jangan sampai thermometer jatuh dan pecah
·       Sebelum melakukan pengukuran harus dijelaskan dengan benar tentang tempat dan tujuan pengukuran suhu
·       Fungsi thermometer harus menghadap keluar untuk arah yang dibaca
Pembacaan thermometer harus ditempat yang cukup cahaya

Tidak ada komentar: