Sabtu, 23 Februari 2013

TEKNOLOGI PENGECATAN



CAT
1. Definisi Cat
Cat adalah suatu cairan encer / kental ataupun pasta yang diaplikasidisuatu permukaan akan membentuk suatu lapisan film kering yangmemberikan perlindungan ataupun keindahan.
2. Tujuan Pengecatan
Protection
Cat dengan tujuan utamanya memberikan proteksi biasanya disebutcoating-protective coating.Memberikan perlindungan dari serangan :- Corrosion, memperlambat/ menghentikan timbulnya karat- Weathering, pengaruh cuaca udara luar- Chemical, air dan lain-lain
Decoration
Tujuan utamanya adalah untuk memberikan keindahan- Decorativepaint, berupa kilap, warnaataupun texture.
Indication
Dipergunakan untuk menunjukkan tanda-tanda tertentu.
3. Bahan Baku Cat
Mutu dari suatu cat tergantung pada komposisi dari bahan baku yangdipergunakan, menyangkut jenis dan persentasi pemakainya.
Resin
Sifat / mutu cat sangat tergantung pada jenis resin yangdipergunakan,fungsinya membentuk lapisan film dan memberikandaya lekat.
PigmentColour
Memberikan warna dan daya tutup pada catTitanium Dioxide : White
2
 
Iron Oxide : Yellow, redAlumunium paste : alumunium / silver
Extender
Memberikan sifat physic ataupun kimia tertentu dan membantumemberikan ketebalan lapisan cat.Limestone : Calcium CarbonateAlumunium silicate : KoalinMagnesium Silicate : Talc
Additive
Fungsinya untuk memperbaiki sifat-sifat tertentu dari cat.Drier : mempercepat pengeringanAnti setting : mengurangi timbulnya endapanDispersing Agent : membantu proses pengadukan
Solvent
Fungsinya untuk melarutkan resin dan menurunkan kekentalan cat.Hydrocarbon : xylene,tolueneKeton : MEK, MIBK Alcohol : Butanol, Propanol
4. Klasifikasi Cat
Cat dapat diklasifikasi dari berbagai sudut, misalnya :-
Tujuan pengecatan
: Protective coatingDecorative paint-
Resin yang dipergunakan
: Epoxy paintAlkyd paint-
Obyek yang dicat
: Marine paintWall paint-
Pengencernya
: Solvent based paintWater based paint
5. Waktu Pengeringan
Proses pengeringan suatu lapisan cat yang dipengaruhi oleh :- Temperatur / kelembaban disekitarnya
Ventilasi dan sirkulasi udara- Ketebalan lapisan catAda 2 mekanisme proses pengeringan :
Physic
Cat akan mengering dengan penguapan solvent yang terkandung.Terjadi pada cat dengan resin ; chlorinated rubber, vinyl, bitumen, danemulsion / cat tembok.
Kimia
Cat akan mengering dengan suatu reaksi kimia dan disertai denganpenguapan solvent yang terkandung.Reaksi kimia tersebut berlangsung dalam 2 keadaan :- Dipanaskan,dilakukan pada stoving paint / cat oven- Temperatur kamar;
*
Reaksi kimia antara resin yang terkandung (resin alkyd)dengan oxygen dari udara.• Reaksi kimia antara resin dengan curing agent, terjadipada cat 2 komponen (Epoxy, polyurethane ataupunpolyster) yaitu reaksi kimia antara base denganhardener.• Reaksi kimia antara resin dengan pigment zinc disertaidengan penyerapan uap air dari udara (moisture curing)terjadi pada cat zinc silicate.Ada beberapa istilah tingkat waktu pengeringan;- Touch Dry- Dust Free- Hard Dry- Dry to recoat- Through Dry- Dry to handle
6. Quality Control
- Fineness of Grind- Viscosity
4
 
- Specific Gravity- Film Appearance- Drying Time- Solid Content- Pot Life- Hiding Power- Adhesion- Hardness
A.PERSIAPAN PERMUKAAN
Mempersiapkan permukaan obyek yang akan dicat agar mendapatkandaya lekat (adhesion) yang maksimum antara lapisan cat dengan obyek /subtrate.Daya lekat ditingkatkan dengan :
a) Menghilangkan semua kontaminasi
• Weld splatter,berasal dari proses pengelasan• Mill scale, berasal dari proses steel miling• Debu dan kotoran, berasal dari udara / angin• Karat, berasal dari reaksi aksidasi udara terhadap besi• Garam-garam, berasal dari lingkungan• Minyak dan lemak, berasal dari proses mekanikal• Moisture / kelembaban, berasal dari hujan / kondensi
b) Meningkatkan luas permukaan dengan cara mengasarkanpermukaan dan surface profile / anchor pattern.
Mempersiapkan permukaan yang akan dicat dengan baik akanmenghasilkan kualitas pengecatan yang maksimal, karena pada umumnyakagagalan pengecatan dipengaruhi oleh persiapan permukaan yang buruk.Indikator dari permukaan yang baik dinilai dari kehalusan permukaan,kebersihan permukaan dari karat, lemak dan kotoran lainnya. Persiapanpermukaan dapat dilakukan dengan kimiawi misalnya dengan pengasaman(pickling) yaitu dengan pengolesan bodi kendaraan dengan zat asam, tetapipengasaman ini sebatas untuk menghentikan serangan korosi pada logam
etelah pengasaman komponen dicuci dan dikeringkan dengan cermat gunamenghilangkan semua bahan kimia aktif dari celah-celah dan lubang-lubang,serta untuk menjamin agar cat dapat merekat erat pada logam. Cara lainadalah dengan dibersihkan dengan amplas dan dikombinasikan dengansemprotan air untuk membasuh semua debu, menghilangkan produk korosi,dan kotoran yang dapat larut dalam air. Untuk menghilangkan kotoranberupa karat dapat dilakukan dengan cara:
1.
Membersihkan permukaan metal yang akan diperbaiki dengan
multithinner 
dan dikeringkan.2. Amplas permukaan metal dengan amplas kering no. 80.
3.
Bersihkan permukaan dari debu amplas dengan
multi thinner 
dandikeringkan.
B.APLIKASI DEMPUL
Dempul digunakan untuk mengisi bagian yang tidak rata atau penyokdalam, membentuk suatu bentuk dan membuat permukaan halus. Terdapatbeberapa tipe dempul, tergantung kedalaman penyok yang harus diisi danmaterial yang akan digunakan. Dempul terdapat tiga jenis yaitu (1)
polyester putty 
(dempul plastik), pada umumnya mengandung
extender pigment 
dan dapat membentuk lapisan (
coat 
) yang tebal dan mudahmengamplasnya, tetapi menghasilkan tekstur kasar, (2)
epoxy putty 
,digunakan untuk memperbaiki
resin part 
, tetapi dalam hal kemampuanpengeringan, pembentukan, pengamplasan lebih buruk dari
polyster 
, (3)
lacquer putty 
digunakan untuk mengisi goresan, lubang kecil (
paint hole
)atau penyok kecil setelah
surfacer.
Pengolesan dempul dilakukan setelah permukaan dibersihkan daridebu, gemuk minyak, air dan kotoran lain. Selanjutnya mencampur dempuldengan 2 % hardener (untuk dempul tipe dua komponen). Kemudianmengulaskan tipis-tipis secara merata (maksimal 5 mm), dan kemudiandikeringkan pada udara biasa atau dioven dengan suhu 50 C selama 10menit. Setelah dempul kering kemudian diamplas untuk mendapatkanpermukaan yang rata dan halus.
6
 
Secara rinci ikuti langkah-langkah berikut :
1.
Oleskan dempul yang telah dicampur hardener untuk mengisi bagian-bagian yang tidak rata. Biarkan kering di udara selama 30 menit ataudikeringkan dengan lampu
inframerah
pada suhu ± 50 ° C selama 10menit.
2.
Amplas permukaan
putty 
dengan amplas kering no. 80 dilanjutkandengan no. 180 dan no. 280 atau amplas basah no. 240 dilanjutkandengan no. 320 dan no. 400.
3.
Bersihkan permukaan dari debu amplas dengan
multi thinner 
dandikeringkan.
C.PENGAMPLASAN
Setelah dempul dioleskan dan dikeringkan, bagian-bagian yangmenonjol dapat diamplas secara manual dengan blok tangan atau secaramekanis dengan
sander 
. Langkah langkah pengamplasan dapat dirincisebagai berikut:
1.
Tempelkan selembar amplas #80 pada sander, dan gosoklah seluruharea dengan menggerakkan sander dari depan ke belakang, dan darisamping ke samping, serta semua arah diagonal.2. Tempelkan lembaran amplas #120 pada blok tangan, gosoklahpermukaan dengan hati-hati, sambil menguji permukaan dengansentuhan.
3.
Tempelkan lembaran amplas #200 pada blok tangan. Pada tahap inikita dapat mengamplas sedikit keluar area pendempulan untukmeratakan permukaan lengkungan dan area sekitarnya. Hal-hal yangperlu diperhatikan dalam pengamplasan: Pekerjaan mengamplas dapatdimulai setelah reaksi pengeringan dempul berakhir. Apabila dempuldiamplas sebelum dingin sempurna, maka kemungkinan akan terjadipengerutan. Untuk mencegah goresan yang dalam disekitar cat,usahakan pekerjaan pengamplasan hanya di bagian yang ditutu dempul.Jangan mengamplas keseluruhan area sekaligus, tetapi dengan hati-hatisambil memeriksa kerataan permukaan sebelum pengamplasandilanjutkan
 
D.POSEDUR MASKING
Prosedur masking dapat diklasifikasikan menurut area lapisan (coat)dan tipe dari metode pengecatan yang dijelaskan sebagai berikut :
a) Masking untuk Aplikasi Surfacer
Karena aplikasi
surfacer 
menggunakan tekanan udara yang lebihrendah dari pada yang untuk top coat (untuk memperkecil
over spray 
),maka proses masking untuk pekerjaan permukaan dapatdisederhanakan. Metode masking terbalik (
reverse masking
) biasanyadigunakan untuk mencegah timbulnya semprotan berganda (
spray step
).Reserve masking adalah suatu metode dimana masking paperdiaplikasikan dengan membalik luar-dalam, sehingga suatu lapisan (
coat 
)tipis dari kabut cat akan melekat disepanjang bordir. Metode inidigunakan untuk memperkecil timbulnya tangga (
step
) dan membuatborder tidak kentara (
tidak kelihatan
). Dalam bekerja disuatu area kecil,misalnya
spot repainting
,
border 
dapat dibuat (
ditetapkan
) disuatu bodipanel tertentu
8
http://htmlimg1.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/8-ac485c6bd2.jpg
 
b) Masking untuk Block Repainting
Untuk
masking block repainting
, panel seperti misalnya fender ataudoor (pintu) harus dimasking sendiri-sendiri. Untuk lubang-lubang yangada pada panel tersebut (misalnya lubang untuk
trim pieces
, atau
gap
diantara panel) harus ditutup untuk mencegah kabut cat masuk kedalamarea tersebut. Apabila terlalu sulit untuk menutup lubang, maka lubangtersebut dapat ditutup dari dalam, sehingga dapat mencegahmelekatnya kabut cat pada bagian dalam bodi kendaraan.
c) Masking untuk Shading atau Spot Repainting
Dalam pengecatan ulang suatu panel tanpa border, maka perludigunakan shading pada panel tersebut. Untuk memastikan bahwasemprotan cat tidak menimbulkan tangga semprotan, maka area harus
dimasking dengan menggunakan teknik
reverse masking
(maskingterbalik).
1) Masking Ujung
Untuk pengecatan ulang ujung suatu fender, maka area harus dicat dengan
spot repainting
hanya melibatkan
paint area
yang lebihkecil daripada
blok repainting
, maka
masking
hanya dilakukandibagian ujung
fender 
saja.
Memilih Border Dan Metode Masking
Area yang memisahkan bidang yang dicat dengan bidang yang tidakdilakukan pengecatan disebut border (batas). Dalam melakukan maskingperlu sekali diperhatikan batasan-batasan yang akan dimasking. Batasmasking tersebut dapat didasarkan dari besarnya area perbaikan dankondisi cat yang lama. Hal ini untuk menghindari terjadinya border yangnampak jelas. Border yang baik tidak akan terlihat sama sekali oleh
10
http://htmlimg3.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/10-99e73fc03f.pnghttp://htmlimg3.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/10-99e73fc03f.png
 
penglihatan kita. Sebaliknya border yang salah akan nampak jelas batasantara cat yang baru dan cat yang lama. Berikut ini klasifikasi border :
a) Border Pada Gap diantara panel-panel
Untuk blok repaint suatu panel luar yang terpasang dengan baut, makaperbatasan panel harus di masking dengan menggunakan border pada gapdiatara panel-panel tersebut.
b) Border pada body sealer (Sambungan Panel)
Quarter panel atau tipe panel las lainnya, ada kemungkinan tidakmemiliki gap yang memisahkanya dari perbatasan panel. Inilah salahsatunya, yaitu area yang menghubungkan lower back panel dan rockerpanel, biasanya menggunakan body sealer, sehingga bagian body sealer inidapat digunakan sebagai border. Masking tape dapat dilipat ke dalamlebarnya body sealer, untuk membuat step pada border menjadi kurangkentara.
11
http://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/11-985ee148ae.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/11-985ee148ae.png
c) Border pada Puncak dari suatu Garis Karakter
Metode ini digunakan hanya untuk repainting suatu bagian dari paneltanpa memperlebar area yang tidak perlu dicat. Hal ini biasanya diperolehdengan reverse masking, yang membuat step pada order menjadi tidakkentara. Lakukan reverse masking dengan cermat disepanjang gariskarakter
d) Border pada Bagian Yang Rata
Apabila mengerjakan area yang kecil, misalnya dalam spotrepainting, border dapat dibuat didalam panel itu sendiri, dengan reversemasking.
Contoh Masking
Proses kerja dan metode masking tergantung pada area yang akan dicatulang dan tipe pengecatannya. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinanada banyak metode masking menurut area dan tipe pengecatan tersebut.
12
http://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/12-e0bb010b82.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/12-e0bb010b82.jpg
 
Masking untuk repainting pintu belakang
Bagian yang harus dilepas antara lain : Molding belt pintu belakang,Molding luar pintu belakang dan handel luar pintu belakang.Buka pintu belakang dan pasangkan masking tape, sebagai borderbagian rangka pintu (
door sash
).Ada dua cara masking untuk repainting pintu belakang :
Masking dari luar pintu
Mulailah masking dari tepi lubang
13
http://htmlimg1.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/13-416ae3bcb3.jpghttp://htmlimg1.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/13-416ae3bcb3.jpghttp://htmlimg1.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/13-416ae3bcb3.jpg

Kemudian, tutuplah pertengahan lubang. Pada saat menutup bagiantengah, jangan menekan masking terlampau kuat, apabila terlalu kuatmenekan maka masking tape dapat terkupas.
Masking dari dalam pintu
Susunlah bersama beberapa masking tape yang pendek yang cukupbesar untuk menutup lubang pemasang handle pintu luar.
Dari dalam, tempelkan masking tape untuk menutup lubangyang digunakan untuk memasang handle pintu luar.Tempelkan masking tape sedemikian rupa, sehingga tape melewatibagian lipatan dari pintu. Seperti pada gambar A, tempelkan kira-kirapanjang ekstra tape 150 mm (5,9 inc) pada bagian bawah depan pintubelakang. Untuk bagian atas belakang, tempelkan tape pada seluruh rangkaseperti yang terlihat pada gambar B. sedapat mungkin, hindari timbulnyakerutan masking tape.
 14
http://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/14-ed9d93b29e.pnghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/14-ed9d93b29e.png
 
Tempelkan masking tape pada sisi pintu atas, dan biarkanpanjangnya berlebihan.
Menggunakan masking tape yang lain, tambahkan masking tapeuntuk memperlebar bagian tape.
Menggunakan masking tape lain, tekan tape yang diangkat darirangkapintu (door sash).Tutuplah pintu belakang, dan gunakan masking tape lain untukmenekanbagian perpanjangan tape yang ditempelkan seperti step terakhir diatas.Pastikan tidak adanya
tape
yang macet pada tepi pintu.Bukalah pintu depan, dan tempelkan masking tape pada border yangditetapkan, disepanjang lembah dari flange depan (gambar A) dari pintubelakang. Demikian pula, untuk bagian bawah flange, panjangkan maskingpaper sehingga mencapai tape yang telah ditempelkan dari bagian dalamtersebut diatas, dalam step “3”, gambar A. Untuk sisi atas, bungkuskanmasking paper disekelilingnya, sehingga menutup rangka pintu (door sash)
Masking paper harus mempunyai lebar yang cukup untuk menutup centerpillar.Menggunakan masking tape, tempelkan masking paper sedemikianrupa sehingga melewati tepi belakang pintu depan. Panjangkan ujung atasmasking paper secukupnya saja pada rangka pintu, dan ujung bawah padaperpanjangan kira-kira 300 mm (11,81 inc) dari ujung belakang pintu depan.Untuk bagian rangka, bungkuslah masking paper kearah luar, seperti padagambar A. Akhirnya, tutuplah pintu. Masking paper harus cukup lebar untukmenutup weatherstrip depan. Pada saat menutup pintu depan, lakukanlahsecara perlahan-lahan agar masking tape tidak terkupas.Menggunakan vinyl sheet, tutuplah setengah bagian depan kendaraan,atap (roof) dan bagasi. Vinyl sheet harus dijauhkan kira-kira 200 mm (7,87Inc) dari pintu belakang. Demikian pula, pastikanlah agar vinyl sheet tidakmencapai lantai. Tutuplah sisi kendaraan yang berlawanan dari yang akan
16
http://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/16-5355b26743.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/16-5355b26743.jpg
 
dicat (dalam gambar adalah bagian kanan kendaraan) sampai kira-kirasetengah tinggi kendaraan. Pastikanlah bahwa vinyl sheet tidak kusut.Tempelkan masking paper pada sisi belakang pintu depan. Maskingpaper harus sepanjang rocker panel sampai roof (atap). Pastikan bahwamasking paper tidak kusut.Bungkuslah bagian tepi belakang pintu depan. Pada saat melakukannya,gunakan jari anda untuk menempelkan masking tape disekitar tepian.Tempelkan masking paper pada quarter panel. Bentangkan ujung atasmasking paper hingga kaca belakang, dan ujung bawah hampir mencapailantai.
17
http://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/17-ccdd0bf551.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/17-ccdd0bf551.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/17-ccdd0bf551.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/17-ccdd0bf551.jpg
Bungkuslah bagian depan quarter wheel housing. Tempelkan maskingpaper pada masking tape yang diaplikasikan dalam step “3”.Masking rocker panel tersebut diatas adalah langkah masking terakhir.Setelah itu dapat dilakukan pengecatan kecil (spot repainting) pada pintubelakang. Langkah masking sebagaimana tersebut diatas urutannya tidakselalu harus demikian. Bisa dilakukan menurut kreatifitas siswa.
E. PENGOPERASIAN SPRAYGUNa) Menggunakan Spraygun
Agar dapat mengecat dengan mantap tanpa menjadi lelah, harusdijaga sikap relaks tanpa memegang bahu, pundak atau lengan yangmenahan
spraygun
. Biasanya spraygun ditahan dengan ibu jari,telunjuk dan kelingking, sedangkan
trigger 
ditarik dengan jari tengahdan jari manis.
18
http://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/18-253a48a3a0.jpghttp://htmlimg4.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/18-253a48a3a0.jpg
 
Agar dapat mengecat dengan mantap tanpa menjadi lelah, harusdijaga sikap rileks tanpa memegang bahu, pundak atau lengan yangmenahan spraygun. Biasanya spraygun ditahan dengan ibu jari,telunjuk dan kelingking, sedangkan trigger ditarik dengan jari tengahdan jari manis.
b) Menggerakkan Spraygun
Ada empat hal penting dalam menggerakkan spraygun,yaitu: (1)jarak spraygun, (2) sudut spraygun, (3) kecepatan langkah ayun, (4)pola tumpang-tindihnya/ Overlapping.
Jarak PengecatanJarak pengecatan atau jarak antara spraygun dan area yangdicat untuk masing-masing cat berbeda, tergantung dari proses danobyek yang akan dicat. Bila terlalu dekat akan mengakibatkan catmeleleh dan bila terjadi pada cat metalik akan menimbulkan belang-belang yang diakibatkan oleh partikel metalik yang mengumpul. Bila

jaraknya terlalu jauh mengakibatkan permukaan menjadi kasar. Untukjarak penyemprotan yang tidak teratur akan mengakibatkan hasilpengecatan yang belang-belang dan tidak mengkilap. Jarak spraygunsecara umum 15-20 cm, untuk jenis acrylic lacquer : 10-20 cm danenamel: 15 – 25 cm.
Sudut SpraygunDalam melakukan penyemprotan cat, posisi badan harusdiposisikan sejajar dengan benda kerja serta mengikuti dari bentukbenda kerja, mendatar atau melengkung. Arah penyemprotanmembentuk sudut 90 dari bidang kerja. Untuk menghindari kelelahandalam bekerja, pengecatan dilakukan dari atas ke bawah, bukan daribawah ke atas.
Kecepatan Pengecatan
20
http://htmlimg3.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/20-9bac324e49.pnghttp://htmlimg3.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/20-9bac324e49.png
 
Kecepatan gerak alat semprot hendaknya stabil, baik denganarah horizontal maupun vertikal. Jika terlalu lambat, cat akan meleleh,bila terlalu cepat maka hasil pengecatan kurang rata. Jikakecepatannya kurang stabil maka akan diperoleh hasil pengecatanyang tidak rata dan kurang mengkilap. Kecepatan gerakspraygunharus konstan, yang dianjurkan kira-kira 12 feet/detik.
Pola Tumpang Tindih (Overlapping)
Overlapping
adalah suatu teknik pengecatan pada permukaanbenda kerja, sehingga penyemprotan yang pertama dan berikutnyaakan menyambung.Tujuannya adalah :- Menghindarkan terjadinya tipis- Menghindarkan adanya perbedaan warna- Untuk mendapatkan ketebalan lapisan cat yang merata- Mencegah tidak adanya cat pada lapisan pertama danberikutnya.
 
coating yang sangat baik, termasuk ketahan kilap, cuaca, solvent,sertatekstur yang halus, tetapi zat ini mengeringnya lambat dan danmemerlukan drying equipment untuk mengeringkan dengan benar.
c. Cat Solvent Evaporation (
Lacquer 
)
Cat tipe one komponent ini biasa dikenal sebagai lacquer.Meskipun mengering dengan cepat sehingga mudah penangannyakarena tidak sekuat cat-
cat two component 
yang kini banyakdigunakan.
G.SPOT REPAINTING
Spot repainting termasuk dalam pengecatan ulang kendaraan(
repainting
). Pengecatan ulang sendiri adalah mengaplikasikan cat untukmelindungi atau memperbaiki cat yang sudah digunakan sebelumnya (
cat original
) dan untuk melindungi serta memperbaiki penampilan kendaraan.Pengecatan ulang dilakukan karena cat warna (
top coat 
) pada kendaraansudah mengalami kerusakan, baik karena sudah kusam/tidak mengkilap lagimaupun rusak akibat benturan.Pengecatan ulang kecil dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yangagak kecil di daerah fender atau pintu. Hal yang perlu diperhatikan di siniadalah warna cat serta penampilannya jangan sampai berbeda dengan catoriginal di sebelahnya.
26
http://htmlimg3.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/26-5b9bb0d0ff.jpg
 
H.MEMBERSIHKAN SPRAYGUN
Supaya lubang-lubang kecil didalam spraygun tidak tersumbat oleh catyang mengering, setiap kali setelah selesai dipergunakan harus selaludibersihkan dengan cara dikuras menggunakan thinner pencuci, apabila adacat yang mengering pada lubang dibersihkan dengan kawat rambut yangsesuai dengan lubangnya.
I. PENGKILAPAN DAN PEMOLESAN
a)
Pengertian Pemolesan (
polishing
)
Istilah polishing dalam pengecatan adalah pekerjaanmenghaluskan permukaan cat setelah melakukan pengecatan.Hasil dari pengecatan masih banyak terkandung debu dankemungkinan ketebalan yang tidak rata. Untuk melakukanpemolesan, bisa dilakukan dengan bantuan amplas halus terlebihdahulu (jika permukaan terlalu kasar) atau langsung dengancompound saja (jika permukaan sudah halus. Cara memoles bisamenggunakan tangan manual, atau lebih baik menggunakan alatpemoles yang akan menghasilkan alur yang stabil.
27
http://htmlimg1.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/27-2a8ef65ba1.jpg
 
Selain itu pemolesan juga bisa dilakukan pada pengecatanulang, misal pada fender sebagai akibat adanya gangguan padacat lama. Dengan polishing diharapkan permukaan yang dicatulang akan menjadi tampak seperti permukaan asli, yaitu yangtidak dicat. Dibandingkan dengan permukaan asli, permukaan yangdicat kembali mungkin saja berbeda dalam hal kilapan atauteksturnya. Tergantung pada kondisi dimana pekerjaan dilakukan,cacat misalnya bintik (seeds) atau meleleh (runs) dapat pulaterjadi. Demikian pula tergantung pada teknik pengecatan yangdigunakan, permukaan yang dicat dapat terlihat tidak rata. Olehsebab itu apabila ada perbedaan diantara permukaan yang dicatkembali dengan permukaan aslinya, maka permukaan yang dicatkembali harus digosok (sanded)sehingga akan membentuk suatusambungan yang kontinyu dengan permukaan yang tidak dicatkembali. Proses inilah yang disebut polishing.
b) Mekanisme Pemolesan
Apabila tekstur dari permukaan yang dicat terdapat tonjolan(tekstur kasar-kasar atau bintik yang tampak setelah pengecatandan pengeringan) pada permukaan yang dicat harus dihilangkanuntuk mendapatkan permukaan yang mirip dengan asli coat.Tipe permukaan yang memerlukan polishing :
28
http://htmlimg2.scribdassets.com/652tvvjncwx1i3p/images/28-f1d1f9ebb1.jpg

Tidak ada komentar: